Agnes Monica memulai kariernya di usia 6 tahun sebagai penyanyi cilik. Agnes telah merilis sebanyak 3 buah album anak-anak, yaitu Si Meong, Yess dan Bala-bala. Album-album tersebut sukses melejitkan nama Agnes Monica ke dalam deretan penyanyi anak-anak terpopuler di akhir tahun 1990-an. Selain itu. Agnes juga menjadi presenter di acara anak-anak VAN (Video Anak Anteve), Tralala-Trilili di RCTI dan Diva Romeo di Trans TV. Pada tahun 1999 Agnes mendapat penghargaan Panasonic Awards sebagai presenter anak-anak terfavorit.
Menginjak usia 15 tahun, Agnes mulai terjun ke dunia akting dengan membintangi sinetron Pernikahan Dini. Sinetron ini sukses melambungkan nama Agnes di kancah industri hiburan. Melalui sinetron ini, Agnes berhasil menyabet 4 buah penghargaan, yaitu Drama Terpopuler dan Aktris Terfavorit di ajang Panasonic Awards di tahun 2001 dan 2002. Sukses Pernikahan Dini membuat nama Agnes semakin diperhitungkan.
Agnes Monica lahir di Jakarta, 1 Juli 1986. Dia adalah satu-satunya penyanyi di Indonesia yang memiliki kelompok dance sendiri bernama , Nezindahood, yang selalu tampil dengan Agnes di atas panggung. dan mempunyai band sendiri bernama NEZinsenceBAND. Albumnya “.. and Story Goes” (2003) membuatnya populer sebagai penyanyi remaja. Ini adalah kesuksesan besar di Indonesia dengan single “Bilang Saja”, “Jera” dan “Cinta Mati”,”indah”. Album ini terjual 30,000 copy hanya dalam 3 hari dan akhirnya mendapat double platinum. Pada tahun 2005 ia merilis album keduanya “Whaddup A. ‘?.!” dengan single hit, “Tak Ada Logika” yang Terjual 50.000 copy dalam 10 hari dan mendapat triple platinum (tanpa promosi album di Malaysia)dan juga melejitkan beberapa hit “bukan milikmu lagi”, “tanpa kekasihku”, cinta diujung jalan”, “dan tak mungkin”. dan album studio ketiganya saat ini adalah “sacredly Agnezious”; itu memiliki fitur single hit, Teruskanlah. hit-nya terbesar sampai saat ini adalah “Matahariku”.
Keberhasilannya membawa ketenarannya bukan hanya di tanah airnya, Indonesia, tetapi juga di negara-negara Asia tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, korea dan bahkan di Belanda di Eropa. kinerja dua kali-nya pada 2008 dan 2009 Asia Song Festival di Seoul, Korea, membawanya ke ketenaran di Taiwan, Korea, Cina dan seluruh kawasan Asia-Pasifik. Pada tahun 2009, ia mulai merencanakan untuk memulai karier internasional, dan mulai mengambil pelajaran Mandarin. Hasil ini adalah perannya dalam dua drama seri Taiwan, “Romance di Gedung Putih” dengan Peter Ho, dan “Rumah Sakit” dengan Jerry Yan.
Setelah sempat menyanyikan jalur suara Pernikahan Dini (“Pernikahan Dini” dan “Seputih Hati”), kemudian juga terlibat kolaborasi dengan Yana Julio dalam singel “Awan dan Ombak”, akhirnya Agnes mantap untuk kembali ke bidang awalnya sebagai penyanyi. Agnes merilis album dewasa pertamanya bertajuk ..And The Story Goes….. pada tanggal 8 Oktober 2003. Untuk album ini Agnes menggaet sejumlah musisi handal seperti Ahmad Dhani, Melly Goeslaw, dan lainnya. Pada saat peluncuran album pertamanya ini Agnes juga mulai mempublikasikan niatnya untuk “go internasional”.
Dengan album ini Agnes berhasil membawa 3 piala AMI Awards 2004, yaitu sebagai “Artis Pop Solo Wanita Terbaik”, “Karya Produksi Dance/Tehno Terbaik” untuk lagu “Bilang Saja”, serta “Duo/Group Terbaik” untuk kolaborasi Agnes dengan Ahmad Dhani di lagu “Cinta Mati”. Agnes juga berhasil meraih penghargaan Anugerah Planet Muzik 2004, Singapura sebagai “Pendatang Baru Terbaik”, serta MTV Indonesia Awards 2004 sebagai “Most Favorite Female”. Album pertama Agnes ini telah meraih Double Platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 kopi.
Sementara untuk sinetron, Agnes membintangi Cewekku Jutek di tahun 2003 serta Bunga Perawan dan Cantik di tahun 2004. Untuk karier aktingnya, Agnes kembali mendapat penghargaan dari Panasonic Awards 2003 untuk “Aktris Terfavorit” dan SCTV Awards 2004 sebagai “Aktris Ngetop”.
Pada tanggal 10 Desember 2005, Agnes meluncurkan album keduanya berjudul Whaddup A’..?!. Di album ini selain menggandeng sejumlah musisi Indonesia seperti Dewiq, Melly Goeslaw, Andi Rianto dan lainnya, Agnes juga mengajak penyanyi asal Amerika Serikat, Keith Martin untuk berkolaborasi. Di sini Keith Martin menciptakan 2 buah lagu berbahasa Inggris untuk Agnes dan juga berduet dalam lagu “I’ll Light A Candle”. Album ini melejitkan beberapa hits singel seperti “Bukan Milikmu Lagi”, “Tanpa Kekasihku”, “Tak Ada Logika” dan “Cinta Di Ujung Jalan”.
Album kedua Agnes ini sukses melahirkan banyak penghargaan sepanjang tahun 2006. Agnes kembali meraih 3 piala dari AMI Awards untuk “Artis Pop Solo Wanita Terbaik”, “Produksi R&B Terbaik” untuk lagu “Bukan Milikmu Lagi” serta “Desain Sampul Album Terbaik”. Agnes juga mendapatkan SCTV Music Awards untuk “Album Pop Solo Terbaik” serta penghargaan VMI Indonesia untuk “Video Klip Terfavorit” dan “Aktris Terbaik” pada video klip “Tanpa Kekasihku”. Agnes juga kembali meraih penghargaan MTV Indonesia Awards 2006 sebagai “Most Favorite Female”. Agnes juga mendapat penghargaan dari Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) sebagai “Artis Fenomenal Generasi Baru Musik Indonesia”.
Pada tahun 2007, Agnes ditunjuk oleh DEA (Drugs Enforcement Administration) dan IDEC Far East Region sebagai duta anti narkoba se-Asia.
Pada tahun 2008, Agnes kembali membintangi sinetron, Jelita di RCTI. Agnes juga menyanyikan jalur suara sinetron ini berjudul “Matahariku”. Meski sinetronnya tidak terlalu sukses, namun singel “Matahariku” sukses mengantarkan Agnes untuk ketiga kalinya menjadi “Most Favorite Female” MTV Indonesia Awards 2008. Lagu “Matahariku” juga telah mendapat Platinum dengan angka download ringbacktone yang mencapai 1,5 juta. Pada bulan Sepetember 2008, Agnes meluncurkan single berjudul “Godai Aku Lagi”. Lagu ini merupakan lagu pertama ciptaan Agnes dan akan dirilis di album ketiganya, Sacredly Agnezious. Singel “Godai Aku Lagi” dan “Matahariku” dirilis lebih awal dari albumnya dalam CD Single edisi terbatas bertajuk NEZ. Album ini terbilang sukses di pasaran dengan langsung terjual habis yaitu lebih dari 100.000 copy. Video klip “Matahariku” berhasil ditonton oleh lebih dari 4.020.832 lebih pengguna Youtube, yang menjadikan matahariku video klip paling banyak ditonton kedua di indonesia setelah single “ketahuan” dari mata band
Pada tanggal 16 Maret 2009, singel ketiga Agnes berjudul “Teruskanlah” resmi diputar di seluruh radio di Indonesia. Video klip “Teruskanlah” hingga saat ini berhasil ditonton oleh lebih dari 1.192.397 pengguna Youtube.Pada tanggal 1 April 2009, Agnes akhirnya merilis album ketiganya bertajuk Sacredly Agnezious. Pada 25 November kemarin, Agnes sukses menyabet 2 penghargaan sekaligus dari 4 nominasi yang diterimanya di MTV Indonesia Awards 2009, antara lain penghargaan tertinggi malam itu, yaitu “MTV Artist of The Year”, lalu untuk yang kelima kalinya ia peroleh “MTV Favorite Female Artist”.
Di tahun 2010 ini, ia ditunjuk menjadi spoke person MTV Exit (End Eploitation and Traficking)dalam memberantas perdagangan manusia. Selain itu Agnes monica juga meraih 3 penghargaan dalam ajang Ami Award 2010. Agnes kembali meraih penyanyi solo wanita terbaik yg tahun sebelumnya di raihnya dan untuk albumnya Agnes meraih Album Terbaik di Bidang Pop dan Album Terbaik dari yang terbaik. Selain itu Agnes juga meluncurkan single “Karena Ku Sanggup” yang diciptakan sendiri olehnya. agnes juga memulai bisnis bajunya dengan nama anye-anye.
Pada tahun 2006, Agnes terlibat dalam syuting serial drama Asia berjudul The Hospital di Taiwan, di mana Agnes beradu akting dengan Jerry Yan, salah satu personil F4. Agnes juga ikut dalam syuting serial Romance in The White House, di mana Agnes dalam serial ini bermain hanya beberapa episode saja. Adapun kedua serial ini telah ditayangkan di Indosiar. Dalam versi lokal, bagian opening dan ending diedit sedemikian rupa dengan menyisipkan scene yang melibatkan Agnes. Bagi sebagian fans drama Taiwan, penyuntingan ini dianggap memaksa. Sesuai dengan ambisi Agnes untuk ”go international”, di penghujung tahun 2006 Agnes memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya di Universitas Pelita Harapan, Jurusan Hukum. Ia cuti di UPH dengan IPK terakhir 3,67. Kini ia berkuliah di OSU di Amerika Serikat dengan program distance education di jurusan Political Science. Dalam waktu dekat Agnes berencana untuk pindah ke Amerika Serikat dan memulai debut internasional-nya di negeri itu. Pada tahun 2008 Agnes berhasil menjuarai Asia Song Festival 2008 di Seoul, Korea Selatan, dengan gelar the best asian artist dan the best performance. Ditahun 2009 juga agnes kembali ditunjuk sebagai wakil dari indonesia untuk kedua kalinya dalam the 6th asian song festival 2009 dalam penampilannya kali ini agnes kembali menyanyikan single yang sebelumnya belum pernah diperdengarkannya di tanah air, Temperature. Kini, penggemar Agnes akan di suguhi single baru hasil ciptaannya sendiri yang betajuk “Karena Ku Sanggup”. Lagu yang merupakan kisah nyata tersebut cukup menarik hati penggemarnya. Tidak hanya sebuah lagu mellow biasa saja,di lagu ini Agnes menunjukkan kualitasnya dalam bernyanyi melalui penggunaan nada oktaf.
UNGKAPAN HATI AGNES MONICA DI TWITTER
Proses untuk menjadi seorang Agnes Monica butuh perjuangan panjang, dan tak salah jika mantan bintang cilik multi bakat ini sedikit menyayangkan beberapa orang yang cepat terkenal tanpa prestasi yang diunggulkan.
Agnes yang berbicara panjang melalui akun Twitter-nya, tidak menyebutkan orang per orang atau artis, namun pada intinya, ada proses penurunan kualitas entertainment Indonesia, akibat proses yang seperti ini.
“Binguuuung bgt sama orang2 yang “mengartiskan” orang2 yang ga ada prestasinya… :s Bahkan kadang2 dianggap dan diperlakukan seperti heroes. Sementara banyak bgt kali yang bener2 punya prestasi. Tp org2 itu justru malah ga didukung,dan bahkan sering dicari2 kelemahannya… Mau jadi apaaaaa negara ini Tweeez????,” demikian posting Agnes Monica, Senin (2/08) pukul 5:41:58 sore.
Komentar Agnes itu pun masih berlanjut dengan lebih tegas, menyoroti kualitas entertainment Indonesia, yang menurun tanpa disadari, sebagai akibat munculnya banyak artis minus prestasi.
“Seriously Tweez, banyak yg protes blg kualitas entertainment Indonesia menurun, sementara pd ga sadar, sebenernya yang menurunkan standard dan kualitas entertainment Indonesia itu sapa? Justru mereka mereka yang demand to see orang2 tanpa prestasi itulah yang menurunkan kualitasnya… Ck ck ck…,” ungkap posting dengan ekspresi keheranan.
Seperti sebuah penegasan, Agnes pun menyampaikan pada penggemarnya di Twitter untuk tidak salah memahami kalimatnya. Perbedaan pendapat sesuatu yang lumrah, dan dirinya orang yang suka memberikan sebuah pendapat, namun pihaknya melihat yang saat ini terjadi sebagai sesuatu yang mengherankan.
“…tapiiiii yang bikin bingung itu adalah kemunafikan orang2 yg protes sana sini,blg kalo negara kita ga maju2 lah ini lah itulah, tapi sebenernya mereka sendiriiiii yg pengen ngeliat hal2 ga penting…. Salah ga sih saya kalo jd geleng2 kepala?” lanjutnya di hari yang sama.
Namun pembicaraan Agnes itu tidak ditujukan pada orang-orang yang ingin mengeksplorasi ekspresinya, yang disoroti Agnes adalah banyaknya orang-orang yang tidak berprestasi namun diposisikan sebagai pahlawan. Bahkan mereka cenderung hanya bisa menyalahkan.
“Dan sekali lagi (kalo ada yang ga jelas),I’m NOT talking about orang2 yang menunjukkan ekspresinya. Bukan mereka yang salah! Mereka sih bebas2 aja. Yang salah itu ya yang menjadikan org ga berprestasi itu jadi pahlawan. I’m talking about hypocrites yang bisanya ngomongin orang ini itu,blg Negara ini apalah itulah, ga berkualitas lah ini lah itulah, nyalahin oraaaang mulu,tapi sendirinya demanding to see oooor demanding to show hal2 yang ga penting. Kalo emang sendirinya kepengen ngeliat hal ga penting, jangan nyalahin Negara ini, jgn nyalah2in orang/pihak2 laiiiiin. Okeeeeee,” urainya.
Bagi Agnes juga hal ini tidak berhubungan dengan proses regenerasi. Justru menurutnya proses regenerasi harus memunculkan orang yang lebih berprestasi, dan bukan sebaliknya.
“Ini ga ada hubungannya sama regenerasi.Apa itu maksud kamu yg namanya regenerasi? Anak2 Indonesia jadi makin ga berkualitas gitu? Waaaah kalo itu sih namanya kamu jelek2in dan ga percaya sama kemampuan bangsa sendiri doooong… Ya ga? Duuuh,kok ada yg kasih komennya ga mikir ya? Yang namanya regenerasi itu ya kalo digantiin sama orang2 yang berprestasi juga doooong…
ya kaaaan? (Ini ngomongnya pake senyum loh…
),” sambungnya menguraikan.
Mencuplik pengalaman nasehat dari ibunya, Agnes berpendapat tidak bisa disalahkan, jika siaran televisi akhirnya menampilkan program-program yang tidak berkualitas, karena itu yang disukai. Akibat perlakuan salah terhadap orang-orang sebenarnya sebagai pahlawan, dengan perlakuan sebaliknya.
“Jadi keinget omongan my mom, soal seseorang yg kanibal (ga mau sebut nama aaaah
hahaha) diundang ke TV, dijemput bak pahlawan sama begitu banyak crew, DIKALUNGIN BUNGA (whaaaaat??!), and diwawancara. Heeeee?????? Sementara atlet kita aja jarang digituin!!! Sementara mereka ituuu loh yg berprestasi…Nah tp sbnrnya ya ga salah juga org2 TV itu, mbok emang yang nonton itu kebanyakan sukanya sama yang kaya gitu2….
Namun kreativitas, di akhir posting Agnes, berpendapat tidak ada yang salah dengan kreatifitas, namun juga tidak bisa begitu saja menyalahkan orang lain.
“Tapi kalo emang suka sama hal2 kaya gitu, jangan lagi protes kalo di TV-TV banyak yang jual dramaaaa, horor lah, yang aneh2 gituuuuu…,” tegasnya yang juga menegaskan kalau kalimat-kalimatnya di atas disampaikan sambil tersenyum.
wikipedia/kapanlagi.com
setuju sama agnes,saya suka dia dari jaman tralala-trilili. Selain cerdas agnes juga diplomatis. Saya bener2 salut karena ada anak muda seperti dia yg selalu berpikir jauh kedepan dan selalu ingin terus berprestasi. Dia tau apa yang dia inginkan dan tau cara meraihnya.
Agnes memang keren..
cantik, pinter.. berbkat pula
yahhhhh, aq stuju dgn kaq Agnes…….
oh ya btw, kaq agnes kata’y sdh dpt tawaran d’ luar negri y??? maju trus y’ kaq…….
jgn lupa berdoa,,,,,,, biar sukses truS >_<
aku cinta agnes monica