Novel Misteri : JEJAK BERLUMUR DOSA #20

http://th1979.files.wordpress.com/2011/11/cell-phone-cartoon-guy-talking.jpg?w=260“Halo, … “ Ucap Mario dengan penuh ragu, di ujung telpon bapaknya menjawab, “Ya Halo, siapa ini… Mario bukan?”

“Ia, ini saya Pak…”

“Kamu di mana ini, masih di tempatnya Aldi? Pulang cepat ya…” Bapaknya menyuruh agar pulang, sementara Mario tidaklah mungkin untuk melakukan hal tersebut, dengan cepat ia menjawab dengan suatu ungkapan peribahasa berpura-pura, “Ini di Surabaya Pak, saya minta uang Pak buat masuk Pesantren di daerah sini”

“Wah, di Surabaya? Ngapain kamu di sana… kenapa tidak pulang dulu kemarin itu, kan masalah uang bisa dibicarakan baik-baik di rumah.” Ujar bapaknya. “Ya mau gimana lagi, saya udah di sini. Pak, minta 100 juta ya buat biaya hidup 5 tahun, kayaknya saya tidak akan pulang-pulang. Dikirim ya Pak besok 100 juta ke tabungan… tolonglah Pak.” Pinta Mario, nuraninya merengek-rengek, otaknya dipenuhi harapan-harapan yang inginnya terkabul.

“Ya udah, kalau memang kamu mau ikut pesantren, bapak akan kasih kamu besok 100 juta, nama pesantrennya apa?” Tanya bapaknya ingin mengetahui dengan pasti nama, bahkan denah pesantrennya.  (Mario bingung menjawab)” Saat ini belum tahu Pak… Masih sedang mencari pesantren-pesantren yang mumpuni, yang benar-benar islami atas nama agami…” Mario bersungut-sungut secara terbata-bata.

“Naah ini, Bapak tidak percaya kalau kamu dapet uang banyak, tapi pesantrennya belum ketemu. Bapak nggak percaya. Kamu cari dulu pesantrennya, setelah dapat namanya apa, no telponnya berapa, tempatnya di mana, nanti bapak mau telpon pesantren itu untuk memastikan kebenarannya, yah sekedar cek ricek. Jadi Bapak tidak akan memberi kamu uang, sebelum kamu ngasih nama dan nomor telp pesantren itu. “

Bapaknya yang tiba-tiba berubah pikiran tidak jadi memberi uang diimbuhi Mario dengan ucapan kekesalan, hatinya terpukul, “Waduh Pak… Gimana sih bapak, katanya mau kirim besok, pokoknya kirim ya Pak… masalah nama pesantren dan no telponnya nanti menyusul…”

Dan Bapaknya yang merupakan PNS sableng, suka menelantarkan rakyat lemah, tetap bertahan pada kehendaknya, “Tidak Yo, bapakmuni tidak percaya… “

“Ya sudah, besok Saya telpon lagi…” Mario pasrah, dag dig dug rasa kesal masih menghunjam bertalu-talu di jiwa. Ia pun pergi ke sebuah warnet dengan langkah sendu, googling sana sini, bahkan bing.com pun digerayangi, mencari info mengenai pesantren di Surabaya dan sekitarnya, untuk kemudian dicatat nama dan no telpon pada secarik kertas.

OLEH KI BANYU AGUNG

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s